Cara Mudah Naik MRT Jakarta Bagi Pemula

Kini telah hadir moda transportasi umum baru yaitu MRT atau Mass Rapid Transportation di Wilayah Jakarta dengan jalur sepanjang 16 km, Penasaran ingin nyobai?, Nah Bagi kamu yang ingin cobain atau naik, sebaiknya ketahui dulu cara naik MRT yang baik dan benar. Untuk itu baca selengkapnya di sini nih!

Pertama, datanglah ke stasiun MRT terdekat dari wilayah kamu tinggal atau yang kamu inginkan, beberapa stasiun yang sudah ada seperti : Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati, Stasiun Cipete Raya, Stasiun Haji Nawi, Stasiun Blok A, Stasiun Blok M,  Stasiun Sisingamangaraja,  Stasiun Senayan, Stasiun Istora, Stasiun Benhil, Stasiun Setiabudi, Stasiun Dukuh Atas, Stasiun Bundaran HI


Kedua, Kemudian Belilah Kartu Trip MRT atau Pakai E-money,  ada dua jenis  tiket kartu MRT yaitu single trip dan multi trip. Kartu single trip memiliki masa waktu selama 7 hari setelah pembelian dan setelah itu harus dikembalikan untuk mendapat uang refund sebesar Rp15.000,00, sementara multi trip tidak memiliki batas waktu penggunaan. Semua kartu yang disebutkan  bisa dibeli di loket tiket atau di mesin tiket otomatis.


Ketiga, Tap in ke Mesin Pemindai Kartu, Setelah kamu memiliki tiket kartu pembayaran, kamu bisa lanjut ke mesin tap in/out otomatis. Pintu mesin terbuka saat kamu akan melakukan tap in/out kartu tersebut. Fungsi pintu pada mesin akan tertutup jika saldo dalam kartu kamu tidak cukup. Jadi, pastikan saldo tiket selalu ada bila hendak masuk naik MRT.  Teknologi ini sama persis dengan yang dipakai di kereta-kereta Jepang.




Keempat, Saat didalam stasiun, Antri di garis yang disediakan, Sambil menunggu kereta datang, kamu bisa duduk di bangku-bangku yang telah disediakan. Bagi yang sering naik KRL atau commuter line, pasti sudah tidak asing dengan garis batas dekat rel kereta. Pada MRT pun juga terdapat garis yang membantu penumpang agar bisa naik dan turun kereta lebih tertib dan aman.


Terdapat dua warna garis berbeda dekat pintu otomatis masuk kereta, yaitu warna hijau dan kuning. Pada garis panah hijau berfungsi untuk para penumpang yang akan keluar kereta, sedangkan garis kuning berfungsi untuk batas antrian para penumpang yang akan masuk ke dalam kereta.



Kelima, Selama menunggu kedatangan MRT, sebaiknya baca beberapa informasi yang ada, seperti salah satunya peta MRT, beberapa papan peta rute yang telah disediakan ini tentunya bermanfaat untuk mengetahui berapa banyak rute yang akan dilewati menuju stasiun tujuan kamu. Selain itu, di dalam kereta pun juga terdapat peta digital.

Keenam, Saat kereta datang masuklah dengan tertib, utamakan penumpang kereta keluar terlebih dahulu, baru masuk ke dalam kereta.

Ketujuh,Patuhi aturan yang berlaku, Karena MRT merupakan fasilitas transportasi umum, maka kamu harus menjaga perilaku selama di dalam stasiun dan kereta. Terdapat beberapa aturan yang diberlakukan pihak MRT untuk para penumpang demi menjaga keamanan dan kenyamanan selama naik kereta.





Beberapa aturan itu di antaranya, tidak boleh makan atau minum di area stasiun dan di dalam kereta karena aromanya akan mengganggu penumpang lainnya. Kemudian, tidak boleh berdiri dekat dengan pintu otomatis kereta demi keamanan penumpang. Lalu, utamakan kursi prioritas bagi penumpang manula atau ibu hamil ya.


Itulah beberapa tata cara untuk  mencoba moda transportasi ibukota yang baru yaitu MRT. Semoga bermanfaat.